Intergrasi Interkoneksi Dalam Studi Keislaman UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.70688/misbahululum.v7i1.488Keywords:
Integrasi,, Interkoneksi,, Jaring laba-labaAbstract
Integrasi-interkoneksi dicetuskan oleh salah satu profesor di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu Prof. Dr. M. Amin Abdullah. Paradigma integrasi-interkoneksi berasumsi bahwa fenomena kehidupan yang dihadapi dan dijalani manusia sangat kompleks. Setiap bangunan keilmuan apapun baik keilmuan agama (termasuk agama Islam dan agama yang lain), keilmuan sosial, humaniora maupun kealaman tidak dapat berdiri sendiri. [1] Dalam studi Islam, diperlukan pendekatan integrasi-interkoneksi dengan tujuan agar dikotomi yang sudah terbentuk oleh sejarah, akan terpecahkan. Memahami Islam tidak cukup dari salah satu pendekatan saja, akan tetapi membutuhkan pendekatan yang kompleks dan menyeluruh yaitu pendekatan integrasi-interkoneksi. Adapun aplikasi pendekatan integrasi-interkoneksi yaitu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebelum menjadi UIN, yaitu IAIN masih menggunakan pendekatan dikotomis –atomistik, kemudian menuju UIN berganti kepada pendekatan integratif-interkonektif. Adapun konsep integrasi-interkoneksi tergambar dalam “Jaring Laba-Laba Keilmuan Teoantroposentrik-Integralistik dalam Universitas Negeri” yang sering disebut spiderweb. Maksud dari spiderweb tesebut pada intinya yaitu antar ilmu satu dengan yang lainnya saling tembus (integrasi-intrekoneksi). Etos dan nafas reintegrasi epistemologi keilmuan era UIN yang dikembangkan ada tiga hal, antara lain Hadarah al-Nash (penyangga budaya teks bayani), Hadarah al-‘Ilm (teknik, komunikasi) dan Hadarah al-Falsafah (etik). Ketiga nafas itulah yang dijadikan sebagai acuan bidang keilmuan UIN dan pijakan dalam mengembangkannya.
References
Abdullah, M. Amin, Dkk. Islamic Studies: dalam Paradigma Integrasi-Interkoneksi (Sebuah Antologi). Yogyakarta: SUKA Press. 2007.
Abdullah, M. Amin. Islamic Studies di Perguruan Tinggi (Pendekatan Integratif-Interkonektif). Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.
Abdullah, M. Amin. Studi Agama (Normativitas atau Historisitas). Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.
Bagir, Zainal Abidin. Integrasi Ilmu dan Agama: Interpretasi dan Agama. Yogayakarta: SUKA Press, 2005.
Darmawan, dkk. Pengantar Studi Islam. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. t. h.
Haught, John. F. Perjumpaan Sains dan Agama: dari Konflik ke Dialog. Bandung: Mizan, 2004.
Hartono. PendidikanIntegratif. Purwokerto: STAIN Press, 2011.
Jumin, Hasan Basri. Sains dan Teknologi dalam Islam (Tinjauan Genetis dan Ekologis). Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012.
Kuntowijoyo. Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi. Bandung: Mizan, 1993.
Kuntowijoyo. Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi dan Etika. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 2007.
Louis Leahy. Sains dan Agama dalam Konteks Zaman Ini. Yogyakarta: KANISIUS, 1997.
Restrukturisasi. Rekonstruksi Metodologi Islamic Studies: Madzab Yogyakarta. Yogyakarta: SUKA Press, 2007.
Waryani Fajar Riyanto, Integrasi-Interkoneksi Keilmuan: Biografi Intelektual M. Amin Abdullah (1953…. ) Person, Knowledge and Institution (Bagian Pertama). Yogyakarta: SUKA Press, 2013.
Waryani Fajar Riyanto, Integrasi-Interkoneksi Keilmuan: Biografi Intelektual M. Amin Abdullah (1953…. ) Person, Knowledge and Institution (Bagian Kedua). Yogyakarta: SUKA Press, 2013.
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2025 Eka Safitri; Anang Silahuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


