Relevansi Pemikiran Pendidikan Al-Ghazali Terhadap Kurikulum Meredeka Dalam Pendidikan Agama Islam
DOI:
https://doi.org/10.70688/almisbah.v12i01.634Keywords:
Al-Ghazali, Pemikiran Pendidikan Islam, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Karakter.Abstract
Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik di tengah dinamika perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan transformasi kebijakan pendidikan nasional. Implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan landasan filosofis yang mampu mengintegrasikan pengembangan kompetensi peserta didik dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan. Dalam konteks tersebut, pemikiran pendidikan Al-Ghazali menjadi penting untuk dikaji karena menempatkan pendidikan sebagai sarana pembentukan akhlak, penyucian jiwa, dan pengembangan potensi manusia secara holistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Al-Ghazali terhadap implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai literatur ilmiah yang membahas pemikiran pendidikan Al-Ghazali dan implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi konsep-konsep utama, pola hubungan, dan titik temu antara kedua kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat aspek relevansi utama, yaitu: (1) orientasi pendidikan holistik yang mengintegrasikan dimensi intelektual, moral, spiritual, dan sosial; (2) penekanan pada pendidikan karakter dan pembentukan akhlak sebagai tujuan utama pendidikan; (3) penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhan individu; serta (4) fleksibilitas kurikulum yang tetap berlandaskan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran pendidikan Al-Ghazali memiliki relevansi yang kuat sebagai landasan filosofis dalam memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Agama Islam. Integrasi nilai-nilai pendidikan Islam klasik dengan paradigma pendidikan kontemporer berpotensi menghasilkan peserta didik yang kompeten secara intelektual, berkarakter, dan memiliki kesadaran spiritual yang kokoh.
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2026 Ahmadi; Eni Yusnita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


