Implementasi Metode Sorogan dalam Pengkajian Kitab Kuning Fathul Qorib Di Pondok Pesantren Darul Muttaqin OKU Timur

Authors

  • Ali Bahrudin Tahir STIT Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan
  • Ahmadi STIT Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur

DOI:

https://doi.org/10.70688/almisbah.v8i2.264

Keywords:

Implementasi, Metode Sorogan, Kitab Fathul Qorib, Pondok Pesantren Darul Muttaqin OKU Timur

Abstract

Implementasi Metode Sorogan dalam Pengkajian Kitab Kuning Fathul Qorib di Pondok Pesantren Darul Muttaqin OKU Timur. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah Bagaimana implementasi metode sorogan dalam pengkajian kitab kuning Fathul Qorib di Pondok Pesantren Darul Muttaqin OKU Timur?; Apa kelebihan dan kekurangan metode sorogan dalam pengkajian kitab kuning Fathul Qorib di Pondok Pesantren Darul Muttaqin OKU Timur?; Apa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat metode sorogan dalam pengkajian kitab kuning Fathul Qorib di Pondok Pesantren Darul MuttaqinOKU Timur?

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif  dengan pendekatan fenomenologi dan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah para pengelola/pengurus Pondok Pesantren Darul Muttaqin Desa Karang Melati Kabupaten OKU Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis data dilakukan dengan empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Penerapan metode sorogan dalam pengkajian kitab kuning Fathul Qorib di Pondok Pesantren Darul Muttaqin diterapkan secara individual dimana masing-masing santri maju kepada ustadz untuk membaca kitabnya, dan ustadz menyimak bacaan santri dengan seksama sehingga ustadz mengetahui beberapa mana tingkat kemampuan santri dalam membaca maupun memahami kitab kuning Fathul Qorib. Pelaksanaan metode sorogan di Pondok Pesantren Darul Muttaqin dibagi menjadi 3 tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, santri berkumpul di salah satu ruangan menunggu ustadz atau kiyai menyampaikan materi ajar. Pada saat menunggu, santri juga sudah mempersiapkan kitab dan alat tulis yang akan digunakan dalam pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan santri terlebih dahulu mendengarkan materi yang disampaikan ustadz, kemudian setelah itu santri majusatu persatu menghadap ustadz menyorogkan sesuai dengan kitabnya. Kemudian, selanjutnya adalah tahap evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan cara meminta santri menjelaskan kembali materi pokok yang telah dijelaskan sebelumnya. Kegiatan sorogan kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Muttaqin sudah terlaksana sesuai yang diharapkan, beberapa santri yang dulunya sama sekali tidak bisa membaca kitab kuning sekarang sudah bisa membaca walaupun masih belum lancar. Dengan penerapan metode sorogan diharapkan bisa muncul rasa percaya diri santri dan terbiasa dalam membaca kitab kuning Fathul Qorib. 2) Kelebihan dan kekurangan metode sorogan dalam pengkajian kitab kuning Fathul Qorib di Pondok Pesantren Darul Muttaqin OKU Timur, yaitu metode sorogan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Muttaqin terasa menyenangkan bagi santri. Hal ini karena dengan metode sorogan, santri diajarkan berbagai kitab dengan tingkatan yang beragam, mulai dari kitab dengan tingat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi. Untuk meningkatkan kemampuannya dalam membaca kitab kuning, para santri biasanya melakukan muraja’ah atau mengulang kembali materi yang telah diajarkan oleh ustadz. Selain itu, dengan metode ini juga ustadz dapat mengecek kemampuan santri secara langsung. Namun dalam pelaksanaannya, metode ini menyita banyak waktu sehingga kadang masih banyak santri yang belum melakukan sorogan.Untuk menghindari rasa bosan yang dialami oleh santri, ustadz kadang kala melakukan selingan metode yakni dengan metode hafalan. dan 3) Faktor pendukung dari kegiatan sorogan adalah santri salaf yang membantu terlaksananya kegiatan sorogan kitab kuning ini serta ketelatenan dan kesabaran para ustadzah dalam menghadapi setiap santri pada saat sorogan, sedangkan faktor penghambatnya yaitu waktu santri dengan waktu pembelajaran yang disiapkan oleh Pondok Pesantren Darul Muttaqin. Hal ini karena santri Pondok Pesantren Darul Muttaqin merupakan siswa dari SMP dan SMA Al-Qur’an Darul Muttaqin. Sehingga, banyak santri yang terbentur antara waktu belajar di sekolah dan pesantren.Cara Mengatasi Permasalahan tersebut bisa dilakukan dengan cara: 1) Ustadz selalu memotivasi terhadap para santri supaya lebih semangat dalam belajar; 2) Menunjuk ustadz pengganti yang selalu siap jika ustadz berhalangan hadir; 3) Berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan waktu untuk belajar.

Downloads

Published

2022-12-28

How to Cite

Tahir, A. B. ., & Ahmadi, A. (2022). Implementasi Metode Sorogan dalam Pengkajian Kitab Kuning Fathul Qorib Di Pondok Pesantren Darul Muttaqin OKU Timur. Al-Misbah (Jurnal Prodi PGMI), 8(2), 122–141. https://doi.org/10.70688/almisbah.v8i2.264