Relevansi Pemikiran John Dewey Pada Pendidikan Di Indoensia

Authors

  • Dedi Arianto STIT Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

DOI:

https://doi.org/10.70688/tarbiyatulmisbah.v13i2%20Desember.111

Keywords:

Relevansi, Pemikiran John Dewey, Pendidikan di Indonesia

Abstract

Sekolah sebagai lembaga penyelengara pendidikan menurut John Dewey mempunyai maksud dan tujuan untuk membangkitkan sikap hidup demokratis dan untuk memperkembangkannya. Hal ini harus dilakukan dengan berpangkal kepada pengalaman-pengalaman anak. Harus diakui bahwa tidak semua pengalaman berfaedah. Oleh karena itu sekolah harus memberikan sebagai “bahan pelajaran” pengalaman-pengalaman yang bermanfaat bagi masa depan anak. Sehingga anak didik dapat menyelidiki, menyaring, dan mengatur pengalaman-pengalaman tadi. Pandangan progresivisme mengenai konsep belajar bertumpu pada anak didik. Disini anak didik dipandang sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan dibandingkan makhluk-makhluk lain, yaitu akal dan kecerdasan.

References

Ahmadi, Asmoro, Filsafat Umum,Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995

Dhofir, Zamahsary, Kamus Filsafat. Bandung : Rosda Karya, 1990

Hadiwijono, Harun, Sari Sejarah Filsafat Barat II. Yogyakarta : Rosdakarya, 2004

Imam Kanisius, Muis Sad,Pendidikan Partisipatif: Menimbang Konsep Fitrah dan Progresivisme Jhon Dewey. Yogyakarta: Safiria Insani Press & MSI, 2004

Jalaludin & Abdullah Idi, Filsafat Pendidikan (Manusia, Filsafat, dan Pendidikan), Jakarta: Media Pratama, 1997

Suharto, Toto,Filsafat Pendidikan Islam, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2006

Suparlan, Y.B, Aliran-aliran Baru Dalam Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offset, 1984

Downloads

Published

2020-12-28

How to Cite

Dedi Arianto. (2020). Relevansi Pemikiran John Dewey Pada Pendidikan Di Indoensia. Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan), 13(2), 322–330. https://doi.org/10.70688/tarbiyatulmisbah.v13i2 Desember.111