Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)
https://www.jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/pai
<p>Tarbiyatul Misbah merupakan jurnal akademik yang diterbitkan dua kali dalam setahun (enam bulan) pada bulan juni dan desember oleh IAI-IPMU Gumawang OKU Timur. Jurnal ini menekankan spesifikasi dalam wacana pendidikan Islam, dan mengkomunikasikan penelitian-penelitian dan masalah-masalah aktual dan kontemporer yang berkaitan dengan pendidikan Islam Dengan ISSN : 2089-4724 dan E-ISSN : 2722-6093. Dengan terbitnya jurnal tersebut diharapkan dapat berperan sebagai media yang menumbuhkan dan membangkitkan motivasi para peminat kajian pendidikan Islam guna menghidupkan wacana pendidikan Islam di bidang pemikiran, penelitian, metodologi, serta manajemen pendidikan Islam melalui karya-karya yang berkualitas. Melalui hal ini, IAI-IPMU Gumawang OKU Timurdiharapkan dapat memberi kontribusi positif bagi perkembangan kajian-kajian pendidikan Islam dan memfasilitasi berkembangnya jaringan keilmuan, baik di kalangan civitas akademika sendiri maupun dari pusat-pusat kajian keislaman lainnya.</p>Prodi PAI IAI-IPMUen-USTarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)2089-4724MODEL INTEGRATIF NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA PENDIDIKAN DASAR
https://www.jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/pai/article/view/620
<p>Perkembangan global yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan, terutama dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Islam (PAI) pada jenjang pendidikan dasar. Artikel ini bertujuan mengkaji model integratif nilai-nilai keislaman dalam pengembangan kurikulum PAI sebagai upaya strategis untuk membentuk peserta didik yang mampu menghadapi dinamika era digital tanpa kehilangan identitas religiusnya. Penelitian ini menelaah berbagai pendekatan pengembangan kurikulum, meliputi pendekatan akademik, humanistik, teknologis, dan rekonstruksi sosial, serta mengidentifikasi relevansinya dalam penguatan nilai-nilai Islam pada proses pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum berbasis integrasi nilai keislaman memerlukan penguatan materi ajar yang sarat nilai, penerapan metode pembelajaran yang adaptif dan inovatif, serta evaluasi yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Dengan dukungan sinergis antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat, model integratif ini diharapkan mampu menghasilkan pembelajaran PAI yang kontekstual, bermakna, serta berkontribusi dalam membentuk generasi yang berkarakter Islami, memiliki keteguhan iman, dan responsif terhadap perubahan sosial global.</p>Syafrizal FuadyMuhadiBella Kurnia Lestari
Copyright (c) 2026 Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)
2026-06-242026-06-2419112210.70688/tarbiyatulmisbah.v19i1.620IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL
https://www.jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/pai/article/view/621
<p>Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu inovasi teknologi yang berkembang pesat saat ini adalah <em>Artificial Intelligence </em>(AI). Teknologi AI mulai dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas pendidikan seperti penyusunan materi pembelajaran, media pembelajaran digital, evaluasi pembelajaran, serta sistem pembelajaran adaptif yang mampu menyesuaikan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi <em>Artificial Intelligence </em>dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital, peluang yang dihadirkan, serta tantangan yang dihadapi oleh pendidik dan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (<em>library research</em>). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap berbagai jurnal, buku, artikel ilmiah, dan sumber akademik lainnya yang relevan. Teknik analisis data menggunakan <em>content analysis</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi AI dalam pembelajaran PAI mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperluas akses informasi keislaman, meningkatkan kreativitas guru dan peserta didik, serta membantu proses evaluasi pembelajaran secara lebih efisien. Namun demikian, penggunaan AI juga menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya literasi digital guru, potensi penyalahgunaan teknologi, berkurangnya interaksi humanis, serta ancaman terhadap pembentukan karakter peserta didik. Oleh karena itu, implementasi AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam harus dilakukan secara bijaksana dengan tetap mengedepankan nilai-nilai etika, spiritualitas, dan pendidikan karakter Islam.</p>Akhsanul Huda
Copyright (c) 2026 Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)
2026-06-242026-06-24191234010.70688/tarbiyatulmisbah.v19i1.621PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI MASA RASULULLAH SAW: SEBUAH TINJAUAN HISTORIS
https://www.jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/pai/article/view/622
<p>Perkembangan pendidikan islam pada masa Rasulullah Saw secara historis yaitu dimulai dari pendidikan Arab Pra-Islam hingga pendidikan islam pada periode Makkah dan madinah. Pada masa pendidikan Pra-Islam bersifat tradisional, lisan dan belum terstruktur dengan penekanan pada hafalan, syair dan nilai-nilai kesukuan. Dengan kehadirannya Rasulullah Saw membawa perubahan besar melalui sistem pendidikan yang berlandaskan wahyu. Dengan menanamkan nilai tauhid, akhlak, dan ilmu pengetahuan. Sedangkan pada masa periode Makkah pendidikan difokuskan pada pembinaan aqidah, akhlak, dan keimanan melalui metode dakwah secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Pada periode Madinah pendidikan berkembang lebih kompleks mencakup aspek sosial, politik, ekonomi, serta pembentukkan masyarakat islam yang beradab. Metode pendidikan yang digunakan Rasulullah Saw diantaranya dengan metode ceramah, dialog, keteladanan, pembinaan, kisah dan hafalan. Dan dari hasil kajian ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan pada masa Rasulullah Saw memiliki karakter yang sangat relevan sebagai dasar pengembangan pendidikan islam di masa kini.</p>Moh Yusuf Saepulloh JamalNida SandiraM. Salman AnnidzhomiZulfa ShabariahRiska Amelia
Copyright (c) 2026 Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)
2026-06-242026-06-24191415610.70688/tarbiyatulmisbah.v19i1.622SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PONDOK PESANTREN SURYALAYA
https://www.jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/pai/article/view/623
<p>Pondok Pesantren Suryalaya merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tertial dan berpengaruh di Indonesia yang mengintegrasikan ajaran tasawuf melalui Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) dengan sistem modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika historis perkembangan Pesantren Suryalaya yang dibagi ke dalam tiga fase utama: Masa Perintisan Abah Sepuh (1905–1956), Masa Modernisasi Abah Anom (1956–2011), dan Masa Kontemporer (2011–2026). Menggunakan metode penelitian sejarah (heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi), penelitian ini mengkaji bagaimana pesantren ini bertransformasi dari sebuah madrasah tradisional menjadi pusat rekayasa sosial skala internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Suryalaya dalam mempertahankan eksistensinya terletak pada implementasi moto <em>"Ilmu Amaliah Amal Ilmiah"</em> serta wasiat <em>"Tanbih"</em> yang mensinergikan ketaatan beragama dan kepatuhan terhadap negara. Pesantren ini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga transfer keilmuan (<em>tafaqquh fi al-din</em>), melainkan juga sebagai agen perubahan melalui metode rehabilitasi narkoba (Inabah) dan penyediaan pendidikan formal komprehensif.</p>Moh Yusuf Saepulloh JamalRiva Nurfadilah Awaliyah Luthfi Laila FadlillahReva Nuraeni
Copyright (c) 2026 Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)
2026-06-242026-06-24191577510.70688/tarbiyatulmisbah.v19i1.623SEBUAH KAJIAN SEJARAH TENTANG PERKEMBANGAN PENDIDIKAN DI DAMASKUS DAN ANDALUSIA
https://www.jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/pai/article/view/624
<p>Masa pemerintahan Dinasti Bani Umayyah merupakan periode transformasi besar dalam sejarah Islam, di mana sistem pemerintahan berubah menjadi monarki dan wilayah kekuasaan meluas secara signifikan hingga ke Eropa. Perkembangan pendidikan pada era ini didorong oleh kondisi masyarakat yang semakin multikultural serta interaksi intensif dengan peradaban asing seperti Yunani dan Persia. Kemajuan intelektual tercermin dari lahirnya berbagai disiplin ilmu, mulai dari penguatan ilmu keagamaan seperti kodifikasi hadis hingga perkembangan ilmu rasional seperti kedokteran, filsafat, dan astronomi. Di wilayah Andalusia, pendidikan mencapai puncaknya melalui dukungan penuh para penguasa dan keterbukaan terhadap tradisi keilmuan eksternal, yang menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat peradaban utama bagi dunia Islam maupun Barat.</p>Moh Yusuf Saepulloh JamalSiti NoerNeng SitiAi Amelia
Copyright (c) 2026 Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)
2026-06-242026-06-24191769110.70688/tarbiyatulmisbah.v19i1.624DIKOTOMI, DISKRIMINATIF, DAN INTEGRASI: SEJARAH PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DARI MASA KOLONIAL HINGGA ERA REFORMASI
https://www.jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/pai/article/view/625
<p>Pendidikan Islam memiliki peran historis yang sangat kuat dalam membentuk karakter dan moral bangsa Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam dinamika perkembangan pendidikan Islam di Indonesia yang melintasi empat periode utama: masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, era kemerdekaan (Orde Lama), dan era reformasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka (<em>library research</em>). Hasil kajian menunjukkan bahwa pada masa Belanda, pendidikan Islam mengalami marjinalisasi dan diskriminasi melalui berbagai regulasi seperti Ordonansi Guru dan Ordonansi Sekolah Liar yang membatasi ruang gerak guru agama serta madrasah. Pada masa pendudukan Jepang, umat Islam mendapat sedikit kelonggaran politis guna mendukung kepentingan perang Asia Timur Raya, meskipun sistem pembelajarannya sarat akan mobilisasi militer. Setelah kemerdekaan, khususnya Orde Lama, lembaga pendidikan Islam mulai diintegrasikan ke dalam Sistem Pendidikan Nasional dengan berdirinya Departemen Agama dan penegerian madrasah. Memasuki era reformasi, madrasah dan pesantren bertransformasi menjadi institusi modern yang mampu menyeimbangkan ilmu agama dan pengetahuan umum guna menjawab tantangan globalisasi.</p>Moh Yusuf Saepulloh JamalSalma Lutfiya RahmaZazkia Alifiah HReki Firmansyah
Copyright (c) 2026 Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)
2026-06-242026-06-241919210510.70688/tarbiyatulmisbah.v19i1.625TRANSFORMASI PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PESANTREN ERA DIGITAL
https://www.jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/pai/article/view/626
<p>Perkembangan teknologi digital di era Society 5.0 mendorong pesantren melakukan transformasi pembelajaran kitab kuning agar tetap relevan tanpa kehilangan identitas pendidikan Islam tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk transformasi pembelajaran kitab kuning di pesantren era digital, strategi integrasi teknologi, serta implikasinya terhadap keberlangsungan tradisi keilmuan Islam. Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan sumber data berupa buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur akademik terkait transformasi digital, pembelajaran kitab kuning, dan pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan analisis literatur, sedangkan analisis data menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pembelajaran kitab kuning mampu meningkatkan fleksibilitas dan akses pendidikan pesantren tanpa menghilangkan nilai sanad, adab, dan tradisi turats sebagai karakteristik utama pendidikan Islam tradisional.</p>Dedi Arianto
Copyright (c) 2026 Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)
2026-06-242026-06-2419110612610.70688/tarbiyatulmisbah.v19i1.626ANALISIS HISTORIS SISTEM PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
https://www.jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/pai/article/view/627
<p>Pendidikan Islam di Indonesia memiliki rekam jejak historis yang panjang dan dinamis, khususnya sejak berdirinya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses masuknya Islam, peran tokoh ulama, pusat-pusat pertumbuhan, serta sistem dan lembaga pendidikan Islam yang berkembang pada masa kerajaan Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah (historis) dengan pendekatan studi pustaka terhadap literatur dan manuskrip relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran Islam yang berlangsung secara damai melalui jalur perdagangan dan dakwah kultural berhasil mengintegrasikan ajaran syariat ke dalam budaya lokal. Tokoh penting seperti Wali Songo di Jawa dan para ulama di Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi memiliki peran ganda sebagai pendidik, penulis kitab, dan penasihat raja. Pusat-pusat pendidikan tumbuh pesat di lingkungan masjid dan istana, yang kemudian bertransformasi menjadi lembaga terstruktur seperti pesantren di Jawa, meunasah/dayah di Aceh, serta institusi syara’ di Sulawesi. Proses pembelajaran pada masa ini menerapkan metode tradisional yang efektif seperti sorogan, bandongan, dan halaqah, sebelum akhirnya berkembang menuju sistem klasikal formal. Kontribusi sistem pendidikan era kerajaan ini menjadi fondasi fundamental bagi penguatan karakter, moral, dan perkembangan kebudayaan religius masyarakat Indonesia di masa modern.</p>Moh Yusuf Saepulloh JamalBilal Ahmad Zaenal MushtofaHema NuryaniResa Saumanti
Copyright (c) 2026 Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)
2026-06-242026-06-2419112713810.70688/tarbiyatulmisbah.v19i1.627KONTRIBUSI ORGANISASI ISLAM TERHADAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
https://www.jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/pai/article/view/628
<p>Munculnya organisasi penyelenggara pendidikan Islam di Indonesia merupakan respons dinamis terhadap kondisi sosial-politik, pengaruh kolonialisme, serta tuntutan modernisasi dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah keterlibatan organisasi Islam dalam dunia pendidikan di Indonesia, memetakan bentuk dan jenis organisasinya, mengkaji peran para tokoh pendirinya, serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang dihadapi dari periode kolonial hingga era kontemporer. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi historis (sejarah) dan studi pustaka (library research) untuk menelaah dokumen-dokumen sejarah serta literatur terkait organisasi pendidikan Islam. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi seperti Jamiatul Khair, Al-Irsyad, Persyerikatan Ulama, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Persis memiliki kontribusi signifikan sebagai pionir pendidikan modern. Mereka berhasil mentransformasi sistem pendidikan dari model tradisional (klasikal sederhana) menjadi sistem integratif-transformatif yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum. Tokoh-tokoh seperti K.H. Ahmad Dahlan, Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari, Syekh Ahmad Surkati, K.H. Abdul Halim, Ahmad Hassan, dan Nyai Siti Walidah menjadi penggerak utama rekonstruksi kurikulum dan pemberdayaan umat. Kesimpulan: Sepanjang sejarahnya, organisasi-organisasi ini menghadapi tantangan yang berubah-ubah, mulai dari represi politik kolonial, dualisme kurikulum, hambatan manajemen paternalistik, hingga tuntutan digitalisasi di era globalisasi. Kendati demikian, organisasi penyelenggara pendidikan Islam tetap adaptif dalam menjaga identitas keagamaan sekaligus mencerdaskan kehidupan bangsa.</p>Moh Yusuf Saepulloh JamalAnisa SolehahFitri SabaniKafi Nurhidayat
Copyright (c) 2026 Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)
2026-06-242026-06-2419113915910.70688/tarbiyatulmisbah.v19i1.628SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KEMUNDURAN DAN PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA PEMBAHARUAN
https://www.jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/pai/article/view/629
<p>Pendidikan Penelitian ini membahas sejarah pendidikan Islam pada masa kemunduran dan masa pembaharuan serta faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan pendidikan Islam dalam kedua periode tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi pendidikan Islam pada masa kemunduran, faktor penyebab kemundurannya, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pembaharuan yang dilakukan untuk mengembalikan kejayaan pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunduran pendidikan Islam disebabkan oleh faktor internal seperti taklid, kejumudan berpikir, perpecahan politik, dan tertutupnya pintu ijtihad, serta faktor eksternal seperti serangan Mongol dan Perang Salib yang menghancurkan pusat-pusat pendidikan Islam. Dampak yang ditimbulkan antara lain hilangnya tradisi keilmuan, menurunnya kualitas pendidikan, dan tertinggalnya umat Islam dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, muncul gerakan pembaharuan pendidikan Islam yang dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha. Pembaharuan dilakukan melalui integrasi ilmu agama dan ilmu umum, pembukaan kembali pintu ijtihad, pembaruan kurikulum, serta reformasi lembaga pendidikan Islam. Dengan demikian, pembaharuan pendidikan Islam menjadi langkah strategis dalam membangkitkan kembali peradaban Islam agar mampu menjawab tantangan zaman dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai ajaran Islam.</p>Moh Yusuf Saepulloh JamalNeng Marni Miftah Farid Asy-syabany
Copyright (c) 2026 Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)
2026-06-242026-06-2419116017210.70688/tarbiyatulmisbah.v19i1.629PEMANFAATAN MEDIA TIKTOK SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI GENERASI Z
https://www.jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/pai/article/view/660
<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi, komunikasi, dan pembelajaran peserta didik. Generasi Z merupakan kelompok generasi yang memiliki kedekatan dengan teknologi digital dan media sosial, termasuk TikTok. Pada awalnya TikTok lebih dikenal sebagai media hiburan, tetapi perkembangan konten edukatif menjadikan platform tersebut memiliki potensi sebagai sarana pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media TikTok sebagai sarana pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi Generasi Z, bentuk pemanfaatannya, manfaat, serta tantangan yang muncul dalam penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang relevan dengan media digital, TikTok, Generasi Z, dan pembelajaran PAI. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan berbagai temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa TikTok dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran PAI melalui penyajian video pendek mengenai akidah, akhlak, fikih, Al-Qur'an-Hadis, sejarah Islam, praktik ibadah, serta nilai-nilai moderasi beragama. Penggunaan TikTok juga dapat mendorong minat, kreativitas, partisipasi, dan kemampuan peserta didik dalam menghasilkan konten edukatif. Namun, penggunaannya menghadapi tantangan berupa distraksi, validitas konten keagamaan, keterbatasan durasi, literasi digital, dan pergeseran otoritas keagamaan dari lembaga formal kepada tokoh populer di media sosial. Oleh karena itu, guru PAI perlu berperan sebagai fasilitator dan pengarah agar pemanfaatan TikTok tetap berorientasi pada tujuan pendidikan Islam, ketepatan materi, etika digital, dan pembentukan akhlak peserta didik.</p>Dwi Faruqi
Copyright (c) 2026 Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)
2026-06-242026-06-2419117318210.70688/tarbiyatulmisbah.v19i1.660PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PENGUATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
https://www.jurnal.insanprimamu.ac.id/index.php/pai/article/view/661
<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Media sosial yang pada awalnya banyak digunakan sebagai sarana komunikasi dan hiburan kini berkembang menjadi salah satu sumber informasi dan media pembelajaran. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana penguatan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media sosial sebagai sarana penguatan pembelajaran PAI, bentuk pemanfaatannya, manfaat, tantangan, serta strategi guru dalam mengoptimalkan penggunaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>). Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang relevan dengan media sosial, teknologi pendidikan, dan pembelajaran PAI. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis terhadap berbagai sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial seperti WhatsApp, YouTube, Instagram, TikTok, dan Telegram dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan materi, memberikan penguatan pembelajaran, melakukan diskusi, menyebarluaskan konten keagamaan, memberikan tugas, serta mengembangkan kreativitas peserta didik. Pemanfaatan media sosial juga dapat meningkatkan akses terhadap sumber belajar, motivasi, interaksi, dan keterlibatan peserta didik. Namun, penggunaannya menghadapi tantangan berupa distraksi, penyebaran informasi keagamaan yang tidak terverifikasi, rendahnya literasi digital, masalah etika, serta ketergantungan terhadap teknologi. Oleh karena itu, guru PAI memiliki peran penting dalam mengarahkan, memverifikasi, dan mengintegrasikan penggunaan media sosial agar tetap sesuai dengan tujuan pembelajaran, nilai-nilai Islam, dan pembentukan karakter peserta didik.</p>RomdloniDwi Faruqi
Copyright (c) 2026 Tarbiyatul Misbah (Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan)
2026-06-242026-06-2419118319210.70688/tarbiyatulmisbah.v19i1.661