Pelatihan Kepemimpinan Dan Organisasi Sebagai Upaya Revitalisasi Karang Taruna Desa Karang Kemiri Kecamatan Belitang
DOI:
https://doi.org/10.70688/jepkm.v2i1.160Kata Kunci:
Kepemimpin, Organisasi, Revitalisasi, Karang TarunaAbstrak
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Karang Kemiri Kecamatan Belitang adalah salah satu bentuk kepedulian Prodi MPI STIT Misbahul Ulum terhadap masyarakat. Dipilihnya pemuda sebagai sasaran kegiatan tidak bisa dipisahkan dari sedikitnya ruang apresiasi yang diperuntukkan bagi penerus bangsa. Pemuda di Kelurahan Karang Kemiri mengalami kemandegan dan terbatasnya ruang berkreasi. Hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari tidak berfungsinya karang taruna. Oleh karena itu, mengaktifkan dan memberdayakan karang taruna pada dasarnya adalah memberi wadah bagi tersalurkannya kreativitas mereka.
Permasalahan yang muncul terkait pemberdayaan karang taruna adalah minimnya keterlibatan kader dalam aktivitas kelurahan. Selain itu ketidakefektifan anggota karang taruna di lembaga desa, berimplikasi pada lemahnya posisi tawar dengan pengambil kebijakan. Untuk mendukung terciptanya pemuda yang berdaya, anggota dan pengurus karang taruna harus mempunyai kemampuan konsolidasi yang akan dijalankan secara baik dan berkelanjutan jika dalam diri anggota dan pengurus mempunyai kesadaran sence of belonging terhadap karang taruna adalah sebuah keniscayaan.
Menumbuhkan kesadaran merupakan hal penting bagi pengokohan pondasi karang taruna. Oleh karena itu kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdian mencoba untuk memberi ruang bagi pengembangan kreativitas dan komitmen terhadap organisasi. Ceramah, simulasi permainan serta menempatkan pemuda sebagai bagian dari pemecah masalah adalah cara terbaik untuk mendewasakan pemuda melalui berlatih dan terlibat langsung dalam kepedulian bagi diri maupun lingkungannya.
Kegiatan pelatihan selama pengabdian di Kelurahan Karang Kemiri: Pelatihan Keorganisasian, Kepemimpinan, Administrasi dan Kesekretariatan mendapat respon yang baik dari peserta dan merupakan ruang kesadaran yang berakhir pada manifestasi “partisipatif” yang menjadi bagian dari kepedulian berorganisasi.
Referensi
Saragih P, Tumpal, Mewujudkan Otonomi Masyarakat Desa, Alternative
Pemberdayaan Desa, pen. Cipruy, Yogyakarta, 2004
Walgito, Bimo, Drs. Kenakalan Anak (Juvenile Deleguency), Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta, 1982.
Majelis Permusyawaratan Rakyat Republic Indonesia, Undang – Undang Dasar
Negara Republic Indonesia 1945, pen. Secretariat Jendaral MPR RI, 2006
File Tambahan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Artikel ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan hak kepada jurnal untuk mempublikasikan karya ini.