Kepemimpinan Kyai Dalam Pengembangan Pendidikan Formal Di Pondok Pesantren OKU Timur

Authors

  • Moh. Adzkiyaunuha STIT Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

DOI:

https://doi.org/10.70688/idaarotululum.v2i2%20Desember.129

Keywords:

Kepemimpinan Situasional, Pendidikan Formal dan Pesantren

Abstract

Fokus utama dalam pembahasannya membongkar konsepsi kepemimpinan kiai dalam pengembangan penddikan formal di pesantren. Fokus dalam penilitian ini yaitu bagaimana perilaku kiai mengenal situasi sivitas pesantren, perilaku kiai memberikan pengarahan dan bimbingan kepada sivitas pesantren dan perilaku kiai memberikan pelimpahan wewenang kepada civitas pesantren dalam pengembangan pendidikan formal. Penelitian ini dilaksanakan di pesantren Darul Huda dan Nurul Huda OKU Timur Sumatera Selatan dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan perilaku kepemimpinan kiai yang memiliki kecenderungan berubah-ubah. Konklusi dari temuan yang dasarkan pada hasil wawancara mendalam, dokumentasi serta observasi terdapat tiga hal penting. Pertama, proses diagonasa Kiai yang dilakukan pada lingkungan internal maupun external pesantren menyoal peyesuaian tiga komponen penting pada kebutuhan kerja pengembangan pendidikan formal pesantren. Ketiganya adalah kompatibilitas agama, komitmen dan kompetensi. Kedua, arahan dan bimbingan kiai dilakukan berdasarkan kematangan civitasnya yang digambarkan secara rasional melalui Kiai’s scatted concept of maturity rate. Pada konsep tersebut secara logis menjelaskna bahwa arahan nampak berskala tinggi pada civitas dengan kompetensi rendah dan komitmen tinggi. Sedangkan bimbingan berskala tinggi dilakukan pada civitas dengan kompetensi tinggi dan komitmen rendah. Ketiga, pendelagasian wewenang berubah-ubah berdasarkan skala kematangan dan perkembagan hirarki struktur. Kosedarasi berkembang sesuai dengan skala komptensi. Sedangkan inisiasi searah dengan perkembangan komitmen. Adapun hubungan tetap tinggi sebagai pemberian dukungan pada peningkatan komitmen dan kompetensi. Adapun Pemberian kerja model efektif kepemimpin kiai disebut sebagai model kosedaratif delagitif yang didukung degan formal, informal dan fungsional otoritas kiai.

References

Abdul Fatah, Rohadi. et.al, 2005. Rekonstruksi Pesantren Masa Depan DariTradisional, Modern, Hingga Post Modern. Jakarta: PT. ListafariskaPutra.

Adnan, Muhammmad. 2016. “The Effect of Madrasah Headmaster Leadership

And Organisation Circumsatances on The Teachers Performance in

Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu Priggarata Central Lombok”,Jurnal Magister Manageen Universitas Mataram, Vol 5, No 2.

Arifin, Imron. 1999. Kepemimpinan Kyai: Kasus Pondok Pesantren Tebu Ireng.

Malang: Kalimasada Press.

Atiqullah, 2009. Perilaku Kepemimpinan Kolektif di Pondok Pesantren (Studi

Multisitus pada Pesantren Bani-Djauhari, pesantren Bani-Syarqawi

Sumenep, dan Pesantren Bani-Basyaiban Pasuruan). Disertasi. Malang,Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Azizy, A. Qodri, 2002. “MemberdayakanPesantrendan Madrasah” dalam bukuIsmail SM, Nurul Huda dan Abdul Khaliq,Dinamikia Pesantren danMadrasah. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Barbour, Ian G., 2004. Juru Bicara Tuhan: antara Sain dan Agama. Bandung:

Mizan.

Bedford, Christopher & Kurt M. Gehlert, 2013. “Situational Supervision;Applying Situational Leadership to Clinical Supervision”, Journal of TheClinical Supervision, Vol 32 No 1.

Blanchard, Ken. 2007. Leading At A Higher Level, Alih bahasa: Ponijan Liaw

dan Hendra Lim, Jakarta: PT Alex Media Komputindo.

Bogert, Sherry, 1989. “The Use of Situational Leadership Theory to EnhanceLearning in Higher Education”, International Journal of EducationalAdministration, Vol 23 No 1.

Certo.C , Certo .T, 2009. Modern Management: Concept and Skills, EleventhEdition.

Creswell, John, 2014. Penelitian Kualitatif & Desain Riset: Memilih di Antara

Lima Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dhofier, Zamakhsyari. 1994. Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan HidupKyai. Jakarta: LPSES.

Freeman, R. Edward, 1951. Strategic Management: A Stakeholder Approach.London: Pitman.

Gibson, Ivancevich, Donnely Jr. 2007. Organisasi (Perilaku, Struktur, Proses),

Jilid I Edisi Lima. Jakarta: Erlangga.

Greenfield, Thomas & Peter Ribbin, 2005.Greenfield on EducationalAdministration. London; Routledge.

Hersey, & K. H. Blanchard, 1998.Management oforganizational behavior:

Utilizing humanresources (5th ed.). Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.

Hersey, Paul dan Kenneth H. Blanchard, 1994. Manajemen Perilaku Organisasi:Pendayagunaan Sumber Daya Manusia. Penerjemah: Agus Dharma. Jakarta: Erlangga.

Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Rosdakarya.

Munandar, Ashar sunyoto, 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: UIPress.

Nasir, M. Ridwan. 2005. Mencari Tipologi Format Pendidikan Ideal: Pondok

Pesantren di Tengah Arus Perubahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nawawi, Hadari. 2006. Kepemimpinan Yang Efektif. Yogyakarta: UGM Press.Nicholls, John, 1986. “Beyond Situational Leadership-Congruent andTransforming Models for Leadership Training” dalam European

Management Journal Vol 4 No 1.

Sugiyono, 2016. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan kuantitatif, kualitatif,

dan R&D), Bandung: ALFABETA.

Syam, Nur, 2008. Transisi Pembaruan, Dialektika Islam, Politik dan Pendidikan.

Waru: LEPKISS.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional.

Undang-undang Republik Indonesia nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

W. Creswell, John, Riset Pendidikan: Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi

Riset Kualitatif &Kuantitatif, Alih Bahasa Helly Prajitno& SriMulyantiniSoetjipto. Yogyakarta: PustakaPelajar.

Additional Files

Published

2020-12-28

How to Cite

Moh. Adzkiyaunuha. (2020). Kepemimpinan Kyai Dalam Pengembangan Pendidikan Formal Di Pondok Pesantren OKU Timur. Jurnal Idaaratul ’Ulum (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam), 2(2 Desember), 120–149. https://doi.org/10.70688/idaarotululum.v2i2 Desember.129