Relasi Teman Sebaya Anak Usia Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.70688/misbahululum.v6i1.401Keywords:
Relasi, Teman SebayaAbstract
Teman sebaya adalah anak-anak atau remaja yang memiliki usia atau tingkat kematangan yang kurang lebih sama yang saling berinteraksi dengan kawan-kawan sebaya yang berusia sama dan memiliki peran yang unik dalam budaya atau kebiasaannya. Barker dan Wright mencatat bahwa anak-anak usia 2 tahun menghabiskan 10 % dari waktu siangnya untuk berinteraksi dengan teman sebaya meningkat menjadi 20 %. Sedangkan anak usia 7 hingga 11 tahun meluangkan lebih dari 40% waktunya untuk berinteraksi dengan teman sebaya. Para ahli perkembangan 4 kategori umum penerimaan teman sebaya : a) Anak-anak yang popular (popular children) anak-anak yang sering kali dipilih sebagai teman terbaik dan jarang tidak disukai oleh teman sebayanya. b) Anak yang diabaikan (neglected children) anak-anak yang jarang dipilih sebagai teman terbaik namun tidak ditolak oleh teman sebayanya. c) Anak yang ditolak (rejected children) anak-anak yang jarang dipilih sebagai teman terbaik seseorang dan secara aktif tidak disukai oleh teman sebayanya. d) Anak yang controversial (controversial children) anak-anak yang sering dipilih sebagai teman terbaik seseorang dan umumnya tidak disukai oleh teman sebayanya. Dalam hubungan pertemanan sebaya pada anak dapat menimbulkan dampak positif dan negatif. Adapun dapak positif nya yaitu : pertama, kelompok teman sebaya membantu anak-anak belajar bagaimana hidup bersama di masyarakat, Kedua, dalam kelompok teman sebaya, individu dapat mencapai kebebasan sendiri, kebebasan disini diartikan sebagai kebebasan untuk berpendapat, bertindak atau menemukan identitas diri. sedangkan dampak negatifnya yaitu: teman sebaya dapat memperkenalkan remaja pada alkohol, obat-obatan (narkoba), kenakalan, dan bertingkahlaku anti sosial lainya. Anak praremaja sangat rentan terhadap tekanan untuk meniru, dan tekanan ini dapat mengubah anak yang bandel menjadi seorang kriminal. Fungsi dari persahabatan yaitu: a) Sebagai kawan (companionship), b) Sebagai pendorong (stimulation), c) Sebagai dukungan fisik (physical support), d) Sebagai dukungan ego (ego support), e) Sebagai perbandingan sosial (social comparison).
References
Al- Math, Muhammad Faiz Kumpulan Hadis dan Sahih Muslim, Surabaya: Al-Falah, 2000.
B. Elizabeth, Harlock, Perkembangan Anak Jilid 1, Jakarta: Erlangga, 1978.
Desmita, Psikolog Perkembangan Peserta Didik, Bandung: Pt Remaja Rosdakarya, 2016.
E. Berk, Laura, Development Through the Lifespan, America: United States of America, 2006.
Papila, Diane E. Human Development (Psikologi Perkembangan), Jakarta: Kencana, 2008.
Poerwadarminta, W. J. S. Kamus besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka 2011.
Santrock, Jhon W. Perkembangan Masa Hidup (Edisi ketigabelas Jilid 1), Jakarta: Erlangga, 2012.
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2024 Siti Mastiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


