Pengalaman Berorganisasi Dalam Menciptakan Cara Berpikir Kritis Mahasiswa
DOI:
https://doi.org/10.70688/misbahululum.v5i1%20Juni.314Keywords:
kritis, pengalaman belajar,, organisasi kemahasiswaanAbstract
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu aspek yang perlu dikembangkan dalam diri mahasiswa agar mampu menganalisa berbagai persoalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi pengalaman belajar di organisasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Selain itu juga tujuan yang lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mahasiswa serta untuk mengetahui seberapa penting pengalaman berorganisasi dalam membentuk cara berfikir kritis yang dimiliki oleh mahasiswa. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai aktivitas di organisai kemahasiswaan memberikan pengalaman belajar berharga bagi mahasiswa serta turut meningkatkan kemampuan nalar-kritis dan kepekaan sosial dengan berbagai factor yang mempengaruhinya.
References
Bahr, N. (2010). Thinking Critically about Critical Thinking in Higher Education. International Journal for the Scholarship of Teaching and Learning Vol. 4: No. 2
Beaumont, J. (2010). A Sequence of Critical Thinking Tasks. TESOL Journal 1 [.4 December 2010] Furedy, C., & Furedy, J. (1983). Critical Thinking: Towards Research and Dialogue. In J. Donald, & A. Sullivan (Eds.), Using research to improve teaching. New directions for teaching and learning. San Francisco: Sciedu Press.
Gay, L.R, dkk. (2009). Educational Research Competencies for Analysis Application (Ninth Edition). New Jersey: Upper Saddle River
Hashemi, SA. (2011). The Use of Critical Thinking in Social Science Textbooks of High School: A Field Study of Fars Province in Iran. International Journal of Instruction, Vol.4, No.1 [January 2011]
Karim, M. R. (1985). Mahasiswa Cendekiawan Dan Masa Depan. Bandung: Alumni.
Kumar, R & James, R. (2015). Evaluation of Critical Thinking in Higher Education in Oman. International Journal of Higher Education Vol. 4, No. 3; 2015 hlm. 33-43 Miles, M & Huberman, AM. (2007). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI-Press Nugroho, N. (1985). Menegakkan Wawasan Almamater. Jakarta: UI-Press
Ruggiero, VY. (2012). Beyond Feelings: A Guide To Critical Thinking (Ninth Edition). New York; McGraw-Hill Companies, Inc
Sapriya dan Winataputra, US. (2003). Pendidikan Kewarganegaraan: Model Pengembangan Materi dan Pembelajaran. Bandung: Laboratorium PKn FPIPS UPI
Suciati. & Irawan., P. 2001. Teori Belajar dan Motivasi . Jakarta: PAU – PPAI Universitas Terbuka.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
Winataputra, US. (2005). Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Membangun Masyarakat Demokratis dan Berkeadaban: Tinjauan Filosofis-Pedagogis. Makalah disajikan dalam Seminar dan Lokakarya Dosen Pendidikan Kewarganegaraan PTN dan PTS Tanggal 22 September 2005 di Hotel Dharma Deli Medan
World Economic Forum. 2016. The 10 Skills You Need To Thrive In The Fourth Industrial Revolution. (online). Tersedia dalam https://www.weforum.org/agenda/2016/ 01/the-10- skills-you-need-to-thrive-in-the-fourth-industrial-revolution/. Diakses tanggal 4 Oktober 2020
Zhang, LF. (2003). Contributions of Thinking Styles to Critical Thinking Dispositions. Journal of Psychology November 2003, Vol. 137 Issue 6, hlm.517-543
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Categories
License
Copyright (c) 2023 Wasiati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


