Pengembangan Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah: Diskursus Realitas Dan Perspektif Masa Depan

Authors

  • Meril Qurniawan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun Alamat : Jl.Sukarno Hatta No. 70B Madiun Jawa Timur
  • Widodo Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan

DOI:

https://doi.org/10.70688/misbahululum.v5i1%20Juni.311

Keywords:

konsep,, peran,, sistem,, infomasi,, manajemen

Abstract

Dalam diskursus kajian ini merumuskan kurikulum Madrasah Ibtidaiyah sebagai berikut: “Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses, activities, and experiences which pupils have under direction of the school, whether in the classroom or not”. Maksudnya adalah bahwa tafsiran tentang kurikulum bersifat luas karena kurikulum bukan hanya mata pelajaran (courses), tetapi meliputi semua kegiatan dan pengalaman yang menjadi tanggung jawab sekolah. Pelaksanaannya tidak hanya dibatasi oleh dinding kelas saja tetapi juga di luar kelas sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Tujuan pendidikannya bukan hanya menyampaikan mata pelajaran, melainkan pembentukan pribadi anak dan belajar cara hidup di masyarakat. Proses pembelajaran seharusnya berjalan sesuai usia dan rentang berfikir anak tanpa ada dikotomi dan pembatasan berfikir serta menghapus stereotip yang mampu membunuh karakter dan nalar kognitif tanpa kita sadari. Madrasah Ibtidaiyah harus mampu menjadi lembaga yang memupuk asa dan potensi anak secara nyata dan membiarkan imajinasi serta angan berfikir tentang kehidupan berjalan bebas dan sebagai pengajar harus mampu memupuk serta mengembangkan berbagai macam kecerdasan anak. Pembelajaran kedepan harus mampu menghilangkan kesan sekolah yang sulit dan berdarah-darah sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan mampu menjadi habitus anak dimasa depan serta semua potensi baik menjadi melekat di dalam long term memory dan bermanivestasi menjadi kematangan berfikir yang mendalam. Sekolah utamanya Madrasah Ibtidaiyah harus menjadi oase di tengah rumitnya sistem pendidikan kita. Guru harus menjadi inspirator nyata dan jangan hanya Theory Centris tapi mengembangkan cara berfikir kritis dan berbasis realitas sosial siswa.

References

Ali, Muhammad, Pengembangan Kurikulum di Sekolah, (Bandung: Sinar Barui Alqesindo, 2005)

Hamalik, Oemar Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007)

Idi, Abdullah, Pengembangan Kurikulum; Teori dan Praktik, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999)

Maunah, Binti, Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Yogyakarta: Teras, 2009)

Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, (Surabaya: Pustaka Pelajar, 2004), cet. II

Muslam, Pengembangan Kurikulum, (Semarang: PKPI2, 2008)

Nasution S., Asas-asas Kurikulum, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006)

Nurgianto, Burhan, Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah, (Yogyakarta: BPFE, 1998)

Soedijarto, Landasan dan Arah Pendidikan Nasional Kita, (Jakarta: Kompas, 2008)

Soemanto, Wasty, Psikologi Pendidikan,(Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan), (Jakarta: Rineka Cipta, 2006)

Syaodih Sukmadinata, Nana, Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT Rosdakarya, 2001)

Tilaar, H.A.R, Perubahan Sosial dan Kurikulum, (Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2002)

Tim PEKERTI-AA PPSP LPP UNS, Panduan Pengembangan Kurikulum, (Surakarta: LPP UNS, 2007)

Downloads

Published

2023-06-24

How to Cite

Meril Qurniawan, & Widodo. (2023). Pengembangan Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah: Diskursus Realitas Dan Perspektif Masa Depan. Misbahul Ulum (Jurnal Institusi), 5(1 Juni), 29–38. https://doi.org/10.70688/misbahululum.v5i1 Juni.311

Most read articles by the same author(s)